Pilihan Terbaik Itu Bernama Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP: Bagian 2

Tulisan sebelumnya …

Ketika awal April, saya diuji dengan terancam tidak ikut tes TOEFL di bulan itu. Alhamdulillah, ujian pertama berhasil dilewati. Dan sekarang, setelah sertifikat tes sudah ada di tangan, ujian kedua kembali menghampiri. Namun, saya meyakini, bahwa kalau beasiswa LPDP ini memang jalan terbaik untuk mewujudkan mimpi, insyaAllah akan selalu ada jalan.

lpdp-toefl score30 April 2013, sekitar jam 23.30. Website masih down dan belum bisa diakses. Saya terus memantau perkembangan terbaru dari website LPDP ini, karena saya meyakini bahwa peluit akhir deadline ada pada pukul 23:59:59 :). Saya pun setia dengan tombol F5 untuk me-reload laman LPDP.

Hingga akhirnya, sekira pukul 23:50, website LPDP kembali bisa diakses, dan seketika itu juga saya upload semua berkas yang belum sempat disubmit, termasuk ‘berkas pamungkas’ berupa sertifikat TOEFL. Dan hanya beberapa menit sebelum tanggal 1 Mei mulai melaksanakan tugasnya, semua berkas pendaftaran sudah terunggah semua dengan lancar. Alhamdulillah …

Hal yang sama terulang ketika menantikan pengumuman lolos administrasi dan berhak ikut seleksi wawancara. Saya harus menunggu sampai larut malam untuk dapat melihat pengumuman itu. Penantian itu tidak sia-sia, karena saya termasuk salah satu peserta seleksi wawancara yang diadakan pada akhir Mei 2013.lpdp-wawancara

Ketika mengikuti sesi wawancara pun, kita harus menunggu dari pagi sampai maghrib untuk mendapat giliran diwawancara. Saya mengikuti seleksi wawancara pada tanggal 28 Mei 2013. Kesabaran, kejujuran dan ketenangan menjadi solusi ketika menghadapi wawancara yang cukup menguras fisik dan mental itu.

Tanggal 17 Juni 2013 boleh jadi menjadi salah satu tanggal bersejarah, karena pada hari itu hasil seleksi wawancara beasiswa LPDP diumumkan. Butuh waktu sekitar 18 jam untuk dapat menemukan nama kita tercantum di file pengumuman hasil seleksi wawancara itu. Kesabaran kembali diuji di sini dan alhamdulillah kesabaran itu tergantikan oleh kebahagiaan menjadi salah satu peserta yang lolos seleksi wawancara.

lpdp-wawancara hasilSetelah fase wawancara, tibalah di terminal akhir seleksi penerima beasiswa LPDP yaitu program kepemimpinan atau pengayaan. Ketika LPDP masih baru, maka perubahan regulasi terkadang menjadi sebuah keharusan. Terbukti mulai program kepemimpinan (PK) batch 2, peserta yang dibolehkan ikut PK adalah mereka yang sudah memiliki LoA dari kampus yang dituju.

Keikutsertaan saya di PK pun sampai diundur ke bulan September 2013 dan bergabung bersama batch 5 yang heboh itu :). Otomatis, biaya ujian dan SPP awal di universitas yang dituju harus memakai dana talangan pribadi dulu, karena belum menekan kontrak dengan LPDP. Di sini kesabaran kembali diuji, saat gaji tinggal pokoknya saja, karena semua tunjangan dilepas, sementara biaya hidup terus membengkak seiring kehidupan baru di dunia perkuliahan.

Yang paling fenomenal adalah saat harus memilih antara mengikuti PK batch 5 sebagai seleksi akhir penerima beasiswa LPDP atau mengikuti Ujian Kompetensi Awal untuk sertifikasi guru. Dua peristiwa besar ini terjadi dalam waktu yang bersinggungan. Pilihan yang cukup menguras emosi dan mental saat itu.

Namun, setelah bermusyawarah dengan keluarga tercinta, saya bulatkan tekad untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP sampai akhir dan menunda dulu sertifikasi guru yang sebenarnya sudah 5 tahun dinantikan. Terkadang hidup dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menentukan arah kehidupan kita selanjutnya.

Di sinilah peran musyawarah dan istikharah menjadi sangat dibutuhkan. Dan pilihan terbaik dari-Nya untuk saat itu adalah memilih menjadi awardee LPDP meski harus mengorbankan ujian kompetensi guru. Tanggal 14 September 2013 menjadi tonggak sejarah baru dalam fragmen kehidupan dengan menandatangani kontrak beasiswa LPDP di gedung A.A. Maramis, tempat yang sama ketika mengikuti seleksi wawancara dulu.lpdp-pk5 sert

Ketika niat bersinergi dengan keyakinan, ditegaskan dengan tekad untuk berusaha menjadi lebih baik, maka jalan akan ditunjukkan. Seperti ketika menemukan beasiswa LPDP, maka niat yang kukuh dan keyakinan yang kokoh menjadi modal awal sekaligus api yang terus menyalakan semangat bahwa harapan itu masih ada.

Bagi saya, beasiswa LPDP bukan semata manifestasi impian, tetapi juga semakin menguatkan keyakinan bahwa in God impossible is nothing. Beasiswa LPDP adalah pilihan terbaik sekaligus kado terindah yang diberikan Allah untuk kehidupan saya, keluarga, dan orang-orang yang terus mendorong saya menjadi insan yang lebih berguna, baik secara individu maupun sosial. Terakhir, faidzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallaah, jika sudah bulat bertekad, maka serahkanlah sepenuhnya hanya kepada-Nya.  [amsi]

Refleksi 1 Tahun LoA dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (16 Agustus 2013-16 Agustus 2014). Semoga bermanfaat!

One thought on “Pilihan Terbaik Itu Bernama Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP: Bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *