MIQINSIF MAN 3 CIANJUR: Dari Ruang Kelas Menuju Prestasi Berkelas

Mangamsi.com, CIANJUR — Subhanallah walhamdulillah…. 25 tahun silam, akhir 1993. Saya mewakili Cibeber untuk Musabaqoh Fahmil Qur’an tingkat Kabupaten Cianjur di Gedung Bina Karya, Tanggeung.

Kala itu,mesjid kaum sekarang masih lapangan dan pengkolan beureum masih benar benar beureum terlihat dari tempat kafilah di Pasko, rumah orang tua Sinsin Kurnia,  yang belakangan menjadi juara MFQ Tingkat Provinsi 2011 di UIN Bandung. Saat itu, saya dan tim kandas oleh Cipanas/Pacet di babak penyisihan.

25 tahun kemudian, awal 2018. SMPN 1 Cibeber menjadi saksi tiga tim MIQINSIF (Fahmil Quran Intensif) MAN 3 Cianjur a.k.a MAN Tanggeung berhasil menyapu bersih 3 kasta utama (Juara 1, 2 dan 3)  meski para siswa mewakili asal daerah yang berbeda (Tanggeung, Pagelaran & Cibinong). Uniknya, ketiga tim ini menyisakan Cipanas sebagai juara harapan ke-1 yang 25 tahun sebelumnya mengandaskan pelatihnya saat di Tanggeung.
fq44 1 fq44 3fq44 2 fq44 4
Subhanallah, bagi saya Fahmil Qur’an bukanlah kebetulan melainkan senarai keajaiban.. There can be miracles when we believe…

Peristiwa langka kemarin mengantarkan saya untuk membuka tulisan lama tentang sejarah perkembangan MIQINSIF MAN 3 CIANJUR, berikut ini tulisan selengkapnya:

Selama mengabdi sebagai staf pengajar di Man Tanggeung Cianjur, beberapa tugas tambahan pernah dicoba. Mulai dari Pembina Bidang Keagamaan (2006-2009), Guru BP/BK (2010-2011), Pembina Siswa Berprestasi (2010-2012), dan Wakil Kepala Bidang BP/BK (2012-2013).

Namun dari beberapa tugas tersebut, yang paling dilakoni dengan ‘serius’ adalah ketika menjadi Pembina Keagamaan dan Pembina Siswa Berprestasi. Mengapa? Karena ketika mendapat tugas tersebut, beberapa potensi dan mutiara terpendam yang dimiliki oleh siswa muncul sebagai pendongkrak prestasi sekaligus reputasi sekolah. Terlebih bidang Fahmil Quran yang memang menjadi salah satu ekskul favorit saat itu selain futsal.

Yang mengagumkan adalah ketika prestasi Fahmil Quran ini berawal dari lomba sederhana yang digelar tahunan dalam rangkaian acara Festival Maulid. Acara ini mulai digelar pada tahun 2008. Acara ini merupakan bentuk lain dari MTQ tingkat madrasah, saat berbagai cabang yang lazim dalam MTQ tingkat regional diperlombakan di acara ini.

Seperti terekam dalam foto fitur tulisan ini, acara Fahmil Quran (Cerdas Cermat Kandungan Al-Quran) dikemas dengan sederhana karena keterbatasan fasilitas. Tanpa lampu indikator regu (digantikan karton berlabel), tanpa timer (manual dengan jam tangan), dan tanpa bel regu (digantikan acungan tangan).

Meski demikian, acara musabaqoh/perlombaan ini tetap meriah. Laiknya sepakbola dalam perhelatan pesta olah raga, Fahmil Quran menjadi cabang favorit yang menyedot animo penonton. Bahkan gelar juara umum yang disandang satu kelas akan terasa hambar bila tidak dilengkapi dengan juara Fahmil Quran. Para kampiun Fahmil Quran tingkat madrasah ini akan menjadi delegasi sekolah ke event-event selanjutnya.

Alhamdulillah, meski berawal dari kesederhanaan ruang kelas, Fahmil Quran sedikitnya ikut mengubah wajah MAN Tanggeung. Event lokal, regional hingga nasional menjadi sarana aktualisasi diri para praktisi Fahmil Quran MAN Tanggeung dari ruang kelas menuju prestasi berkelas. Tercatat sejak 2009, para ‘atlet’ Fahmil Quran MAN Tanggeung berhasil menorehkan prestasi yang prestisius, antara lain:

-2009: Juara III Fahmil Quran pada MTQ Tk. Kab. Cianjur di Naringgul
-2010: Juara II Fahmil Quran pada MTQ Tk. Kab. Cianjur di Naringgul
-2010: Juara I Fahmil Quran antar MA se-Jawa Barat di Fak. Adab UIN Bandung
-2011: Juara I Fahmil Quran antar MA/SMA se-Jawa Barat di Gebyar UPTQ UIN Bandung
-2013: Juara I Cerdas Cermat Pekan Tilawatil Quran RRI ke-44 Tingkat Nasional di Ternate, Maluku Utara
-2014: Juara I Fahmil Quran pada MTQ Tk. Prov. Jawa Barat ke-33 di Kuningan
-2014: Juara I Fahmil Quran pada MTQ Tk. Nasional ke-25 di Batam, Kep. Riau
-2015: Juara III Fahmil Quran pada MTQ Tk. Kabupaten Cianjur ke-43 di Cidaun
-2016: Juara I Fahmil Quran pada Gebyar PAI UIN Sunan Gunung Djati, Bandung
-2018: Juara I, II dan III Fahmil Quran pada MTQ Tk. Kabupaten Cianjur ke-44 di Cibeber

Secara personal, Fahmil Quran telah menjadi ‘kehidupan’ yang terus dijalani sejak pertama kali mengikuti event perlombaan ini pada tahun 1993 hingga kini. Tentunya dalam bentuk yang terus mengalami metamorfosis, tidak terhenti sebatas lomba semata. Semoga apa yang pernah dipelajari, diajarkan dan dipraktikkan menjelma manfaat, bukan hanya di dunia, tetapi juga hingga di alam sana!

Special thanks to Abah & Mamah, my great parent. Abah yang pertama kali menjadi official FQ pertama saya tahun 1993.
Special thanks to my beloved wife, Ane Saidatuddaroeni, the living gift from Fahmil Quran, terima kasih telah merelakan sebagian besar kebersamaan kita dan selalu mendukung tugas mulia ini.
Special thanks to Hilman Wahyudi, Saepul Kamil, Nurman Abinon, Abdul Manaf, Ade Abina Azfa, Ahmad Fauzi, Afrinaldi Yunas, Firman Robiansyah for being my partners during we were MFQ’s ‘athletes’
Special thanks to Zoe Azhar Jamalul Lael, nitip UPTQ pa
Special thanks to Faiz Jalaluddin, Iwan Sanusi Bingkai, Evie Awaliyah Azzahra, Chengoz Ibnu Bascom, Sinsin Kurnia, Siti Nurjamilah, Rahmi Rizkia, Sahron Pesi Alfasjami, Priyatna Hendriawan, Salwa Nurzian, Safitri Maharani, Siti Anan Anisa, Siti Nurjamil, Nine Rismawati, Yusi Yusfita, Herna Wulandari, Maulani Azzahra, Rinrin Irmayani, Diani Eka Putri, Erisa Awaliyah, and all MIQINSIF members,  you’re my diamonds

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *