Sepenggal Kisah Dari Final ESA 2018

MangAmsi.Com, CIANJUR — Alhamdulillah, minggu lalu saya ditakdirkan mengikuti Final Pemilihan Guru Inspiratif Een Sukaesih Award (ESA) 2018. Para finalis diminta untuk mempresentasikan konten tentang portofolio yang diajukan saat diusulkan.
 
Mekanisme ESA memang sedikit berbeda. Guru inspiratif hanya boleh didaftarkan oleh pengusul. Pengusul saya tiada lain adalah Dian Nopiandi, penggiat literasi melalui Rumah Baca Al-Hidayah di wilayah Pasirkuda, Cianjur Selatan.
 
Dalam presentasi yang disajikan saat penilaian final, saya mengemukakan tiga aktivitas yang saya jalani sehari-hari: guru di Man Tanggeung Cianjur, fundraiser di RehabMajlis.Info dan founder Syariah Saham.
 
Ketiga aktivitas ini yang saya kira sudah mulai terasa dampaknya. Sebagai guru di sekolah yang letaknya kurang lebih 80 km dari kota Cianjur, paling tidak saya mengenal hampir seluruh peserta didik dan alumni sejak tahun 2005. Selain mengajar bahasa Arab dan Tahfiz, saya juga membina unit Fahmil Quran melalui Uptq Man Tanggeung yang sudah terbentuk sejak tahun 2008 dengan sejumlah prestasi yang pernah diraih mulai tingkat lokal hingga nasional.
 
Pengalaman memperoleh Beasiswa LPDP RI pada rentang tahun 2013-2015 juga saya masukkan sebagai salah satu hal yang menginspirasi. Meskipun dengan keterbatasan jarak dan juga pengalaman seleksi beasiswa, akan tetapi tidak menyurutkan langkah saya untuk menjadi awardee beasiswa paling bergengsi di tanah air. Alhamdulillah, Allah menakdirkan saya memperoleh beasiswa itu dan otomatis tugas belajar dan cuti dua tahun menjadi “hadiah” saya saat itu.
 
Sebagai fundraiser di RehabMajlis (dulu RehabMasjid), saya mulai menginisiasi gerakan patungan online dan offline untuk pembangunan maupun renovasi tempat ibadah dan sarana pembinaan umat sejak tahun 2008. Alhamdulillah, beberapa program kegiatan penggalangan berhasil menghimpun dana dari masyarakat dengan khas patungan yang menggunakan singkatan seperti UNSUR GARAM, PELIPUR LARA, PASAR SAJADAH dan lain-lain (Selengkapnya di http://www.rehabmajlis.info/2018/05/palipur-lara-patungan-lima-puluh-ribu.html)
 
Kebangkrutan yang dialami pada saat krisis global tahun 2008 memotivasi saya untuk belajar lebih komprehensif tentang instrumen investasi. Ditambah lagi satu momen di tahun 2014 saat salah seorang mahasiswa program Doktor asal Thailand mengajak diskusi tentang investasi di saham syariah Indonesia. Dua hal ini menginspirasi saya untuk menginisiasi website khusus tentang saham syariah, sehingga lahirlah www.SyariahSaham.com sejak tahun 2015.
 
Seiring perjalanan waktu, SyariahSaham kini digawangi Trio MASADEVAN (Mang Amsi, Septian ADy, Evan Kamaratul Insani). Berbagai layanan dan produk terus kita kembangkan untuk memenuhi kebutuhan para investor dan trader saham syariah di Indonesia. Tahun 2017, kita merilis eClass sebagai platform edukasi saham syariah pertama di Indonesia dalam bentuk kursus online gratis.
 
Alhamdulillah, sesi presentasi dan wawancara penilaian akhir nomine ESA 2018 telah selesai beberapa hari yang lalu. Namun, semangat untuk terus menginspirasi senantiasa menjadi ruh aktivitas sepanjang hari.
 
Terima kasih pada sang pengusul, Dian Nopiandi. Terima kasih juga kepada orang tua, istri, anak-anak dan keluarga besar TegalCaang. Terima kasih kepada 96 peserta didik dan alumni, 46 rekan kerja dan teman sejawat, dan 31 anggota masyarakat yang telah menyisihkan tenaga dan waktunya untuk menuliskan testimonial inspirasi, dari Bedford hingga Lombok. Alhamdulillah, berkat testimoni dari semua, insyaAllah saya akan salaman dengan Gubernur Jawa Barat, 22/11 nanti. 🙂
 
Semoga apa yang telah kita kontribusikan menjadi amal saleh nan jariyah meski kita hanya tinggal sebuah nama.
 
 
Cianjur, 11/11/2018
 
Mang AMSI

8 thoughts on “Sepenggal Kisah Dari Final ESA 2018

  1. Selamat ya Mang, semoga istiqomah & sukses selalu. Aamiim

  2. Very Inspiring.. Mang Amsi
    Semoga tetap berkarya dan bermanfaat bagi kehidupan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *