[Share] Wirid Mendapatkan Jodoh Pilihan Khusus Pria Muslim

MangAmsi.Com, CIANJUR Jodoh, bagi saya, adalah keajaiban. Jika kita menilik Al-Qur’an surat Yasin (nomor surat 36) ayat 36, maka kita akan menemukan makna implisit bahwa jodoh adalah keajaiban. Dari nomor surat dan ayat saja sudah ajaib bagi saya, 36:36. Ayat tersebut diawali dengan kata Subhaana. Menurut ahli tafsir, tidak ada ayat yang memuat kata Subhaana kecuali menjelaskan sesuatu yang di luar nalar. Sesuatu yang ajaib dan menguji keimanan kita sebagai hamba-Nya.

Kita sering menyimak para Qari melantunkan QS. Al-Isra ayat 1 yang menceritakan kisah perjalanan malam Baginda Nabi. Ayat ini diawali dengan kata Subhaana. Respon masyarakat saat itu juga banyak yang tidak percaya dengan peristiwa tersebut. Ini menunjukkan bahwa fenomena Isra Mi’raj memang tidak langsung bisa diterima oleh nalar biasa.

Begitu pun halnya dengan jodoh. Subhaanal ladzii kholaqol azwaaja. Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan. Jodoh itu mutlak kuasa-Nya. Cara termudah menjemput jodoh adalah “mengakrabi” Sang Mahakuasa. Itulah yang pernah saya lakukan semasa mencari jodoh terbaik. Mengapa? Karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa jika saya menempuh cara biasa, maka boleh jadi jodoh itu semakin terasa complicated.  Apalagi jika sudah mendengar perkataan orang lain yang terkadang justru lebih membebani pikiran.

To make long story short, saya pernah menulis sajak memohon jodoh sekitar 14 tahun silam. Berikut dokumentasinya:

O Tuhan, aku memohon padaMu, menghadap di haribaanMu dengan kemuliaan NabiMu, Nabi Kasih Sayang, Muhammad al-Amin, aku menghadapmu untuk mengantarku pada Tuhan kabulkan inginku ini, O Tuhan, berilah syafaat padanya karena permohonanku ini;

O Tuhan Yang Maha Menunjukkan, tunjukkan padaku dalam nyata dan mayaku, siapakah gerangan perempuan yang dari rahimnya akan terlahir putera puteriku nan saleh,;

O Tuhan Yang Maha Membuka, Maha Memberi Rezeki dan Maha Mengetahui, berilah aku kemudahan dan jauhkan aku dari kesulitan!;

O Tuhan Yang Maha Mempermudah segala yang sulit, mudahkanlah segala yang sulit, sungguh segala yang sulit bagiMu adalah sangat mudah!

7 Februari 2005

Sajak ini merupakan saduran dari untaian doa memohon jodoh yang sering saya lantunkan saat itu. Alhamdulillah, tahun 2006 saya ditakdirkan menikah dengan gadis Bandung yang kini menjadi ibu dari empat anak kami. Pengalaman merutinkan bacaan memohon jodoh ini kemudian saya bagikan di satu forum online, berikut kutipannya:

Assalamualaikum saudara-saudaraku …
Izinkan saya berbagi pengalaman dalam mendapatkan jodoh dan keturunan yang didambakan oleh kita semua.

Untaian sajak di atas mengawali tulisan ini. Sajak tersebut saya kutip dari diari yang saya tulis sepanjang tahun 2005 atau kurang lebih enam tahun silam, saat saya masih lajang alias belum menikah. Atas izin dan perkenan Allah, alhamdulillah saya menikah pada penghujung April 2006.

Kutipan sajak di atas merupakan terjemahan dari amalan yang rutin saya lakukan hampir setiap hari. Amalan tersebut merupakan kombinasi dari sumber-sumber berikut ini:

1. Doa yang saya temukan dalam sebuah hadits riwayat Turmudzi tentang orang buta yang disembuhkan oleh Rasulullah s.a.w.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ

Allahumma inni as’aluka wa atawajjahu ilaika bi Muhammadin Nabiyyir-rahmah ya Muhammad inni qod tawajjahtu bika ila robbii fi haajati haadzihii lituqdhaa. Allahumma syaffi’hu fiyya

2. Doa yang saya terima ijazahnya dari teman saya asal Sukabumi

اللهم يا هادي اِهدِني في حياتي وفي منامي من من مخلوقاتك نساء التي ولدت منها أبنائي الصالحين وبناتي الصالحات يا فتاح يارزاق يا عليم يسر ولا تعسر

Allahumma ya Haadii, ihdinii fii hayaatii wa fii manaamii man min makhluuqootika nisaa’il latii waladat minhaa abnaa’is shaalihiina wa banaatis shaalihaat, ya Fattaah, ya Rozzaaq, ya Aliim, yassir wa laa tu’assir

3. Doa yang saya terima ijazahnya dari guru saya asal Bandung

ياميسر كل عسير يسر علينا كل عسير لأن كل عسير عليك يسير

yaa Muyassira kulli asiir, yassir alaina kulla asiir, lianna kulla asiir alaika yasiir

Rangkaian wirid ini saya rutinkan minimal sekali dalam sehari, sehabis Isya sebelum tidur. Adapun tatacaranya adalah sebagai berikut:

  1. Berwudhu dengan baik dan benar sesuai rukunnya
  2. Melakukan shalat Isya terlebih dahulu (jika belum dikerjakan)
  3. Melakukan shalat sunat dua raka’at (niatnya boleh shalat hajat atau shalat istikharah)
  4. Setelah selesai shalat sunat, silakan membaca:
    a. Istighfar 70 X
    b. Shalawat 7 x
    c. Ya Lathif 129 x
    d. Wirid yang disebutkan di atas
    e. Ditutup dengan ucapan ‘Alhamdulillahi rabbil ‘alamin’
  5. Bacalah wirid ‘ya Haadi’ dst sesering mungkin diiringi dengan hati yang yakin akan kuasa-Nya untuk memberikan jodoh terbaik untuk kita. Yang paling penting dalam pembacaan wirid ini adalah keyakinan bahwa Allah akan memudahkan jalan kita untuk mendapatkan jodoh yang didambakan.  Meminjam kutipan theme song film Prince of Egypt: There can be miracles when we believe ..

Mohon maaf bila tulisan ini kurang sistematis. Kalau ada yang mau ditanyakan, silakan hubungi saya aja. Nuhun

Semoga bermanfaat

Admin www.mangamsi.com

—-
Dikutip dari Kaskus.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *