#FQ 14-15: Dikenal Dewan Hakim Jawa Barat

#FQ 14

Mari kita lanjutkan kembali, terima kasih kepada teman2 yang masih penasaran dengan cerita-cerita sekitar berhashtag FQ ini

2004. Kali ini menghadapi MTQ Provinsi di Bogor, seperti biasa untuk memenangkan tiket ke event ini, kita harus menjadi kampiun dulu di salah satu kabupaten di Jawa Barat ini.

Tahun itu saya tidak ingin mengulangi kesalahan sebelumnya, ketika harus mengundurkan diri dari salah satu kota. Tahun 2004, saya berpartner dengan Saepul Kamil dan Dadun Abdul Manaf. Alhamdulillah, atas izin Allah, kami berhasil mendapat tiket ke provinsi sebagai wakil kota Bandung.

Seperti biasa (saya lupa tidak cerita di episode sebelumnya), sebelum mengikuti event provinsi, kami ditempa dalam training center di rumah pembina MFQ Kota Bandung, Ustadz KH. Drs. Afifuddin (mantan Kepala MAN 1 Bandung) di kawasan Mulyasari, Sukasari.

Event pun tiba. Kali ini mengambil tempat di stadion Pajajaran, Kota Bogor. Perlu dijelaskan bahwa sebelum babak penyisihan dimulai biasa diadakan tes kualifikasi untuk menentukan tim unggulan. Dan biasanya yang masuk unggulan adalah ‘tim binaan’ dewan hakim provinsi.

Sementara kami hanya dibina di lokal kota Bandung saja, sehingga kami menganggap tes kualifikasi ini hanya formalitas semata. Namun ternyata hasil tes berkata lain, alhamdulillah kami termasuk ke dalam 8 tim unggulan menyisihkan 1 tim binaan.

Babak penyisihan dilalui dengan keberuntungan yang memudahkan. Seperti tahun sebelumnya, babak semifinal akhirnya menjadi akhir perjalanan kami. Untuk kedua kalinya, kami belum merasakan babak final MFQ provinsi.

Tetapi ada keunikan tersendiri di event ini. Meskipun kami secara jumlah nilai menempati posisi ke-7 (kalo tidak salah), anehnya kami malah dipanggil ke podium untuk menerima piagam dan hadiah sebagai juara harapan ke-2.

Sungguh sesuatu yang di luar dugaan sekaligus mengundang tanda tanya besar dari kami sendiri dan juga pihak lawan yang merasa lebih berhak ketimbang kami. Kami pun menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan dewan hakim.

Ketika suatu waktu kami tanyakan ke teman-teman yang pernah dibina oleh dewan hakim provinsi, mereka mengatakan bahwa hadiah juara harapan itu adalah apresiasi dewan hakim atas usaha kami yang lolos ke semifinal padahal bukan tim binaan dewan hakim provinsi.

Sampai-sampai di setiap sesi pembinaan, sering disampaikan bahwa tim kota Bandung itu ‘berbahaya’, karena kekuatannya murni skill bukan karbitan, dan 2 orang personilnya adalah juara nasional tingkat mahasiswa tahun sebelumnya.

Alhamdulillah, meski kami tidak berharap terlalu besar karena banyaknya tim binaan, kami masih mendapat penghargaan sebagai juara harapan ke-2 dari dewan hakim.

#FQ 15

Tahun 2004 adalah tahun pamungkas saya tinggal di Bandung untuk menyelesaikan kuliah. Namun event MFQ masih saya ikuti dan di penghujung tahun 2004, seleksi tingkat kota Bandung kembali digelar, kali ini mengambil tempat di GGM samping BIP.

Partner saya masih Saepul Kamil dan Dadun Abdul Manaf. Alhamdulillah, setelah mengarungi 3 kali tanding, kami berhasil menjuarai kembali event ini dan menjadi rekor tersendiri bagi saya.

Dengan menjadi kampiun di ajang ini, Allah memperkenankan saya untuk mewakili kota Bandung di tingkat provinsi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, masing-masing untuk tahun 2003, 2004 dan 2005. MTQ Provinsi 2005 dilaksanakan di kota Aceng alias Garut, he2.

Menghadapi MTQ Provinsi 2005, kami dibina secara intensif, mulai di rumah pembina, Pusdivlat Telkom hingga terakhir di hotel Lingga. Kota Bandung memang mencanangkan juara umum di event kali ini. Untuk itu pembinaan dilakukan secara berkala dengan insentif yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Hehe.

— Untuk serial lainnya, silakan klik 
#1-6  | #7-10 | #11-13 | #14-15 (Anda sedang membacanya)#16 | #17-18 |#19-22 | #23  | #24 #25 | #26  | #27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *