#FQ 16: TES CPNS & KEAJAIBAN FAHMIL

Oktober 2004, alhamdulillah saya lulus dari UPI. Baru beberapa minggu setelah wisuda, ibu mengabari saya bahwa ada penerimaan CPNS di Depag (sekarang Kemenag) Cianjur dan ada formasi guru bahasa Arab untuk 2 orang.

Pada awalnya saya mempertimbangkan tawaran ibu ini karena memang saya ingin istirahat dulu setelah kuliah dan tidak langsung bekerja.

Namun karena ibu terus menyarankan sampai muncul ungkapan ‘Siapa tahu tidak ada formasi lagi untuk guru bahasa Arab’, akhirnya saya pun mengikuti keinginan orang tua, meskipun ketika pendaftaran tes CPNS 2004 ijazah saya masih dalam proses.

Dan di sinilah ‘keajaiban’ Fahmil Qur’an kembali menampakkan tuahnya. Ternyata pada tahun 2004 ini seleksi penerimaan CPNS digelar ‘agak serius’, seiring kebijakan pemerintahan baru SBY-JK.

Formasi yang disediakan cukup fantastis untuk ukuran kabupaten Cianjur. Sekitar 300 formasi disediakan oleh Depag Cianjur untuk para pelamar.

Singkat cerita, tes itu pun digelar sekitar bulan November. Tempat tes di kawasan Bojongherang. Kompetitor untuk guru bahasa Arab MAN berjumlah 20-an orang. Saya berada di ruangan terakhir. Di situ juga saya duduk sebangku dengan pak Dede Muslih (dan sampai sekarang pun masih berdampingan bangkunya, he2).

Tes seleksi melalui 4 tahap: tes bakat skolastik, tes kemampuan dasar dan kebijakan pemerintah, tes kompetensi keahlian dan tes pengetahuan agama Islam. Dan ini mengapa saya bilang, tes yang ‘agak serius’ karena tahun2 sebelumnya, tes seleksi dilaksanakan dengan kondisi tidak seketat dan seserius ini.

Nah, pas giliran tes pengetahuan agama Islam, saya langsung tersenyum. Mengapa? karena dari 100 soal yang disediakan, hampir 90 % lebih adalah soal-soal yang sering dilontarkan ketika mengikuti Fahmil Qur’an.

Dan saya yakin bahwa ini skenario Allah untuk memudahkan saya melewati tes ini. Alhamdulillah, saking yakinnya, saya berani mengklaim bahwa sekitar 90 lebih soal pengetahuan agama dapat saya jawab dengan tepat.

Setelah menunggu kurang lebih sebulan, tepatnya tanggal 27 Desember 2004 (sehari pasca tsunami besar di Aceh), pengumuman kelulusan seleksi CPNS Depag digelar. Dan atas izin Allah, nama saya tercantum sebagai salah satu CPNS yang diterima untuk formasi guru Bahasa Arab MAN.

Sesaat setelah pengumuman lulus, beberapa senior dan rekan yang menjadi kompetitor di tes kemarin berseloroh, mengapa saya bisa lulus tes: punya kenalan siapa? punya saudara ya? berani bayar berapa? Saya hanya tersenyum, dan menjawab simpel, “Saya hanya punya Allah dan doa orang tua!”

— Untuk serial lainnya, silakan klik 
#1-6  | #7-10 | #11-13 | #14-15 | #16 (Anda sedang membacanya)#17-18 |#19-22 | #23  | #24 #25 | #26  | #27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *