#FQ 23: KEBAIKAN BERBUAH BANYAK KEBAIKAN

Mei 2011. Inilah salah satu momen terindah dalam petualangan dunia FQ yang ingin saya share. Saat itu Man Tanggeung Cianjur mengirimkan delegasi untuk mengikuti Gebyar UPTQ UIN Bandung.

Untuk tim Fahmil diwakili oleh Sinsin Kurniawati (jubir), Sep Sahroni & Siti Nurjamilah (pendamping). Event ini merupakan lomba Fahmil antar MA/SMA se-Jawa Barat.

Setelah melewati babak penyisihan yang lumayan alot, akhirnya kami pun tiba di final menghadapi wakil Kota Bandung dan Kota Sukabumi.

Saat di babak soal rebutan, saya sarankan kepada Sinsin dan kawan-kawan untuk bermain safe dan hanya menjawab jika dirasa yakin. Dan strategi ini akhirnya membuahkan hasil. Alhamdulillah, kami dapat meraih juara pertama di event ini.

Yang membuat saya terharu adalah ketika di detik-detik menjelang akhir pertandingan final, saya bergumam dalam hati, “Ya Allah, berikanlah kemenangan buat Sinsin dan kawan-kawan, semoga ini adalah hadiah terbaik untuk orang tua mereka”. Rupanya Allah memperkenankan doa saya waktu itu. Tak terasa air mata pun menetes.

Mengapa saya begitu terharu teman-teman? Karena juru bicara tim kali ini, Sinsin Kurniawati, adalah bayi yang sedang dikandung oleh seorang ibu yang begitu baik hati saat menjamu saya di event MTQ Kabupaten Cianjur, kurang lebih 18 tahun sebelumnya, tepatnya bulan Desember 1993.

Ibunya Sinsin inilah yang meski sedang hamil tua tetap memberikan jamuan terbaik bagi kami sebagai kafilah MTQ yang bertamu di rumahnya. (Silakan baca kembali #FQ 03 dan #FQ 04)

Saat itulah saya sempat bertekad dalam hati ingin membahagiakan ibu ini meski saat itu saya ragu apakah akan bertemu lagi atau tidak. Dan ternyata menurut penuturan Sinsin, ibunya wafat ketika Sinsin masih balita.

Maka, ketika Sinsin pindah sekolah ke MAN Tanggeung dan ikut kegiatan Fahmil Qur’an saya menyimpan harap, saya ingin membahagiakan ibunya dengan cara memotivasi Sinsin untuk terus berprestasi, dan pada event Gebyar UPTQ UIN inilah saya merasakan energi itu. Seolah-olah ibunya hadir ikut memberikan support dan menyapa saya dari alam sana, “Titip anak saya ya”.

Maka, ketika Sinsin dkk berhasil menjuarai event ini, saya pun bergumam kembali, “Bu, semoga prestasi putri ibu kali ini mengirim berjuta kebaikan kepada ibu di alam sana, karena putri ibu kini memiliki bekal abadi untuk kehidupannya yaitu Al-Qur’an, dan ia akan selalu mendoakan ibu di sana”.

Dan inilah salah satu keajaiban Fahmil Qur’an yang pernah saya alami. Saat saya pertama kali mengenal dunia Fahmil Qur’an di rumah ibunya Sinsin, maka kurang lebih 18 tahun kemudian putrinya berhasil mewujudkan mimpinya, mimpi ibunya dan mimpi saya sendiri.

Mengapa? Karena saya pernah merasakan jadi terbaik pertama dalam Fahmil di berbagai tingkatan, mulai kecamatan, kabupaten, hingga nasional, namun belum pernah sekali pun di tingkat provinsi.

Dan di tingkat inilah murid-murid saya berhasil mewujudkan sekaligus ‘menambalnya’, he2. Untuk Faiz JalaluddinIwan SanusiEvie Siti Rahmah, Sinsin, Sep Sahroni & Siti Nurjamilah, terima kasih banyak, hanya Allah yang Mahalayak membalas kebaikan Anda semua.

—a tribute for Ibu dari Sinsin Kurniawati
Al-Fatihah

— Untuk serial lainnya, silakan klik 
#1-6  | #7-10 | #11-13 | #14-15 | #16#17-18 |#19-22 | #23  (Anda sedang membacanya)#24 #25 | #26  | #27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *