Keluarga Umum

Menjadi Suami dan Ayah

.

14 tahunan lalu, saat kata “qabiltu nikāhaha dst” meluncur lancar dari lisan disertai keteguhan hati, maka saat dua saksi kompak berteriak “sah,” atas izin Allāh, saya resmi menjadi suami Ane Saidatuddaroeni.
.
Maka, sejak siang itu, senarai kewajiban dan hak suami istri melekat pada kita berdua. Saya yang masih tidak percaya dengan keajaiban siang itu pun harus langsung belajar menjadi suami.
.
Tak terasa, sudah hampir empat belas tahun kita menjalani semua ini. Berbagai fragmen kehidupan rumah tangga kita lalui bersama dengan saling mengingatkan dua strategi utama mengarungi takdir: sabar dan syukur.
.
Kini, untuk sementara, kita adalah orang tua empat anak dengan masing-masing keunikannya. Salah satu mimpi saya yang tertunda adalah menemani malam-malam mereka. Sejak menikah, 65%an kehidupan dijalani dengan long distance relationship. Ya, lima dari tujuh hari seminggu sering kali saya habiskan di tempat mencari nafkah.

.
Maka, ketika Jumat tiba, istri dan anak menyambut dengan ceria. Sebentar lagi, suami dan ayah mereka akan segera memeluk dengan penuh cinta dan rindu. Sebagai suami dan ayah, sudah menjadi passion saya untuk memberikan dan membelikan mimpi mereka, meski hanya setangkup roti plus mentega dan beberapa lembar mewarnai hasil print dengan kiriman gambar dari mereka.

.
Demikianlah, terkadang peribahasa ini menjadi pelipur kami. Laysal firaaq lil firaaq, laakinnal firaaq lisy syawq.. Berpisah bukan berarti menjauhkan jarak, tapi berpisah dimaksudkan biar rindu makin menggelegak.
.
Sekian
Dari suami dan ayah pejuang LDR
Love u all, always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *