Umum

Doa Sang Pencinta

Menarik ketika membaca dan mencoba menelaah ayat ke 83 sampai dengan 89 dari surat Al-Anbiya (QS. 21).
.
Sesuai tema surat ini tentang kisah para Nabi, maka pada rangkaian ayat ini juga ada 3 orang Nabi yang punya cerita, yaitu Nabi Ayyub, Nabi Yunus dan Nabi Zakariya alaihimussalaam.
.
Perhatian kita tertuju pada bagaimana ketiga Nabi ini mengungkapkan permohonan mereka dalam redaksi doa kepada Allah. Ketiga Nabi sedang menghadapi masalah yang berbeda.
.
Nabi Ayyub dengan penyakitnya, Nabi Yunus dengan kegalauannya berada di perut ikan paus, dan Nabi Zakariyya dengan keinginannya mendapat keturunan.


Saya rasa tiga hal ini (penyakit, kegalauan dan keturunan) adalah masalah yang sering kita hadapi juga dalam kehidupan.
.
Kita simak redaksi permohonan Nabi Ayyub, “Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, dan Engkau Maha Penyayang di antara segala penyayang.”
.
Sementara itu Nabi Yunus melantunkan kidung pujian, “Tiada Tuhan melainkan Engkau! Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah dari orang yang menganiaya diri sendiri.”
.
Terakhir, Nabi Zakaria dengan liturgi rintihannya, “Wahai Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan aku bersendirian, dan Engkaulah sebaik-baik yang mewarisi.”
.
Dari ketiga redaksi doa ini, kesemuanya tidak mengungkapkan secara langsung apa yang mereka inginkan.
.
Padahal, bisa saja Nabi Ayyub mengatakan, “Ya Allah, sembuhkan penyakitku”. Atau Nabi Yunus dengan ungkapan, “Tuhan, keluarkan aku dari perut ikan ini”. Mungkin juga Nabi Zakariya mengubah redaksinya menjadi, “Ya Allah, beri aku keturunan”
.
Inilah yang dinamakan doa sang pencinta, yang tidak vulgar, namun dikemas dengan redaksi yang elegan dan dahsyat!
.
Wallahu a’lamu bish-shawaab
.
Mang Amsi

2 thoughts on “Doa Sang Pencinta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *